Internews.id SOPPENG-Upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat sektor pertanian terus dilakukan melalui program strategis “listrik masuk sawah”. Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, turun langsung bersama tim teknis melakukan survei pencarian titik sumber air tanah dalam untuk pembangunan sumur bor, Selasa (5/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menyurvei sedikitnya 10 titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Ganra, Lilirilau, dan Liliriaja. Setiap titik diperiksa secara detail, mulai dari struktur tanah, kontur lahan, hingga potensi kandungan air bawah tanah menggunakan metode geolistrik.
Bupati Suwardi Haseng menjelaskan, program ini dirancang untuk menjawab persoalan utama petani yang selama ini masih bergantung pada curah hujan.
“Setiap sumur bor tanah dalam diperkirakan mampu mengairi sekitar 50 hektare sawah dengan kedalaman mencapai 200 meter. Karena itu, survei geolistrik dilakukan agar titik pengeboran benar-benar akurat,” ujarnya.
Program sumur bor tanah dalam tersebut nantinya akan terintegrasi dengan sistem pompa berbasis listrik untuk mendukung jaringan irigasi pertanian.
Pemerintah daerah juga mempertimbangkan penggunaan energi surya guna menekan biaya operasional dan mendukung sistem yang lebih ramah lingkungan.
Melalui program “listrik masuk sawah”, Pemkab Soppeng menargetkan peningkatan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Selain meningkatkan produksi pertanian, program ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi petani di tengah tantangan perubahan iklim.
Kehadiran langsung Bupati di lokasi survei menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan teknis program sebelum memasuki tahap pengeboran.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mewujudkan pertanian Soppeng yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal air, tapi soal masa depan pertanian kita,” menjadi pesan kuat dari program tersebut.

0 Komentar