Internews.id SOPPENG-Polemik kerusakan sejumlah ruas jalan poros di Kabupaten Soppeng akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Bupati Soppeng, Suwardi Haseng. Penjelasan tersebut disampaikan menyusul kritik dari pegiat anti korupsi Djusman AR terkait lambannya penanganan jalan rusak di wilayah Soppeng.
Suwardi Haseng menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng telah melakukan koordinasi intensif dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, terkait alokasi anggaran perbaikan jalan provinsi di Soppeng.
Menurutnya, Kabupaten Soppeng masuk dalam skema anggaran multiyears 2026–2027 dengan nilai sekitar Rp300 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membenahi sejumlah ruas jalan strategis, di antaranya Soppeng–Sidrap, Takalala–Cabbeng–Salonro, Batas Barru–Takalala, Salonro–Wajo, Salonro–Pompanua, hingga Soppeng–Ulu Galung.
“Alhamdulillah, Kabupaten Soppeng mendapatkan porsi anggaran cukup besar setelah Kabupaten Bone. Ini hasil koordinasi dan komunikasi yang terus dilakukan dengan pemerintah provinsi,” ujar Suwardi, Sabtu (28/3/2026).
Selain program multiyears, Pemkab Soppeng juga mendapat tambahan Dana Inpres Jalan Daerah sekitar Rp51 miliar untuk pembangunan beberapa ruas jalan, termasuk Lajoa–Labae. Sementara melalui APBD, pemerintah daerah turut mengalokasikan sekitar Rp30 miliar guna mendukung pembangunan infrastruktur jalan.
Di tengah sorotan masyarakat, Suwardi Haseng juga mendapat apresiasi karena dinilai telah
memperjuangkan pembangunan jalan provinsi sejak masih menjabat anggota DPRD Sulawesi Selatan. Salah satu proyek yang disebut merupakan hasil perjuangannya yakni pembangunan ruas Jalan Poros Cabenge–Mallanroe.
Masyarakat berharap seluruh program dan anggaran yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan agar kerusakan jalan yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian segera teratasi.

0 Komentar